6 Panduan Mudah Budidaya Tanaman Herbal di Rumah - NIAT USAHA
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Panduan Mudah Budidaya Tanaman Herbal di Rumah

6 Panduan Mudah Budidaya Tanaman Herbal di Rumah

Memiliki pekarangan rumah yang asri, indah, sekaligus berkhasiat memang menjadi dambaan semua orang. Kamu bisa melakukan budidaya tanaman herbal atau tanaman obat di rumah sendiri untuk mewujudkannya. Caranya pun cukup mudah, kamu hanya memerlukan benih tanaman, tanah yang subur, dan pupuk untuk merealisasikannya. Berikut ini adalah 6 panduan budidaya tanaman herbal yang bisa kamu lakukan di rumah.

1. Pengolahan tanah

Langkah awal untuk melakukan budidaya tanaman herbal adalah menyiapkan tanah gembur dan subur sebagai media tanam. Tak hanya itu, mengolah tanah berarti juga membebaskan tanah dari gulma (pesaing tanaman) seperti rumput liar dan meratakan pupuk organik pada tanah. Campuran pupuk dengan tanah ini bertujuan untuk menyiapkan kebutuhan mineral, udara, dan zat-zat lain seperti nitrogen yang dibutuhkan tanaman herbal untuk tumbuh dengan baik.

2. Siapkan drainase yang baik

Jika tanah sudah siap, saatnya kamu menyiapkan wadah tanam dengan drainase yang baik. Jika memiliki lahan terbatas, kamu bisa membeli pot sebagai wadah tanaman. Untuk mencegah air yang berlebihan dalam pot, kamu perlu membuat lubang-lubang pada bawah pot sebagai drainase. Lubang drainase ini berfungsi sebagai tempat keluarnya air ketika tanaman mendapat terlalu banyak air.  

Sedangkan untuk tanaman herbal yang ditanam di lahan terbuka, kamu bisa menghilangkan batu-batuan di sekitar tanaman agar tanah dapat menyerap air secara maksimal. Hal ini dilakukan untuk menghindari terciptanya air genangan di sekitar tanaman herbal yang dapat membuat tanaman tersebut mati. Pastinya kamu tidak mau kan tanaman herbalmu mati?

3. Penanaman tanaman herbal

Penanaman tanaman herbal terdiri dari dua macam, yaitu menanam langsung dari benih dan lewat cara persemaian. Untuk tanaman yang tidak bergantung pada tempat dan cahaya seperti jahe, kamu bisa menanamnya dengan cara langsung. Caranya mudah saja, kamu cukup membeli rimpang jahe di pasar lalu memendamnya dalam tanah yang sudah dipersiapkan dengan kedalaman 10-12 inci. 

Namun, untuk tanaman dengan kebutuhan perawatan intensif seperti temulawak yang butuh tempat lembaP dan agak gelap untuk memunculkan tunasnya, kamu bisa menggunakan metode persemaian. Dengan metode persemaian, benih tanaman diletakkan di tempat terkontrol (biasanya di dalam pot) untuk memunculkan tunasnya. Setelah tunas muncul, tanaman herbal ini bisa dipindahkan ke lahan terbuka.

4. Pemeliharaan tanaman herbal

Pemeliharaan tanaman herbal terdiri dari beberapa poin, yaitu pemupukan, penyesuaian intensitas cahaya matahari, menghilangkan hama dan gulma dengan herbisida, pemangkasan bunga dan pucuk batang, serta pengurangan evaporasi. Kamu bisa menggunakan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang atau pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk ini sebaiknya diberikan setiap 2-4 bulan sekali. Untuk intensitas cahaya matahari, biasanya tanaman herbal membutuhkan waktu 6 jam per hari untuk melakukan fotosintesis. Terlalu lama terpapar cahaya matahari justru akan membuat tanaman herbal layu.

Sedangkan pemangkasan bunga dan pucuk batang dilakukan untuk mencegah munculnya percabangan baru. Jika percabangan baru muncul, tanaman herbal akan fokus untuk menumbuhkan cabang tersebut sehingga energinya akan teralihkan dari bagian tanaman yang memiliki khasiat. Hal ini bisa mengakibatkan gagal panen. 

Terakhir, pengurangan evaporasi atau penguapan air tanah. Evaporasi dapat menyebabkan media tanam menjadi “miskin” unsur hara. Pasalnya selain menguapkan air, berbagai kandungan unsur hara dalam tanah juga ikut menguap. Kamu bisa mencegahnya dengan memberikan mulsa atau material penutup tanaman seperti jerami pada bagian atas tanah untuk mengurangi evaporasi. 

5. Buat alat penopang tanaman herbal

Untuk tanaman herbal yang tumbuhnya merambat seperti sirih, kamu bisa membuat penopang agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penopang bisa terbuat dari kayu, bambu, atau kawat. Kamu juga bisa menggunakan tanaman tegak, seperi palem atau cemara, sebagai penopang jenis tanaman herbal yang merambat tersebut.

6. Memanen tanaman herbal

Berbagai jenis tanaman herbal memiliki waktu panen yang berbeda-beda. Untuk itu, kamu perlu mengetahui waktu yang tepat untuk memanen tanaman herbal yang kamu tanam. Contohnya untuk tanaman yang akan diambil bagian akarnya seperti temulawak, kamu bisa memanennya ketika bagian tanaman di atas tanah mulai menua atau terlihat berwarna kuning. 

Meskipun cenderung mudah ditanam, tanaman herbal tetap membutuhkan perhatian khusus agar dapat tumbuh dengan baik. Paparan cahaya matahari yang cukup, temperatur yang sesuai, serta media tanam dengan sistem drainase yang baik adalah hal penting yang harus kamu perhatikan dalam melakukan budidaya tanaman herbal. Selamat mencoba!

Posting Komentar untuk "6 Panduan Mudah Budidaya Tanaman Herbal di Rumah"